Skip to main content

Posts

Waktu Datang Malam

Waktu Datang Malam Ada waktu datang dalam diam Perlahan mata memandangi Dibawah naungan perih Tiada rasa dalam raga mengilhami Hanya didapati sesuatu hal muram Pernah, waktu bersahabat Diarungi dengan resah tak berlelah Mendapati secercah lembar buku usang Lembar usang terlupa, lenyap, terpendam Ada waktu cerita pita bercerita, berkata baik tak terbaik Itulah sebabnya yang terpendam semakin tersimpan, semakin keluar Meski di sudut tengah kota membeku Tak kan pernah sedikit nada hilang menemani Apa malam penyesalan hadir meliputi kelam Tenang, tak bersuara, sunyi tak bertepi Dapatkah hapus memori penuh luka Berlari semakin jauh entah untuk apa Api pun tak dapat membakar kenang itu Coba, cobalah tengok sudut lain Cerita pita mempunyai indahnya Meski ditempat pertama terukir kenang itu Tapi, Apanya yang bahagia? katamu Kering, kering, luka semakin mengering Dengar suara berbisik yang semakin mengering Masih tersimpan dalam bait-bait yang hilang Kota ini, sampai ...

Inter-Relasi antara Globalisasi dan Demokratisasi

Inter-Relasi antara Globalisasi dan Demokratisasi Oleh: 1.       Escha Islami Anwar    071211333051 2.       Vazdia Vatradamara   071411333052 3.       Bintang Widiowati     071511333008 4.       Nola Fitri N                 071511333009 5.       Glady Oralyanto         071511333028 6.       Tania A                       071511333084 7.       Gangga Suryawan       071511333087 8.       Ajeng Susanti           ...

Sosok yang Hilang

Sosok yang Hilang Bertahan arungi waktu memang tak mudah Bahkan ketika kehilangan sosok yang ada Bukankah waktu telah terbentang lama Jalan yang terlalui menjadi renta Terbalut pekatnya awan hitam Tak ingat akan rupa dunia Pelik mata selalu membasuh rasa Perhatikan mata yang selalu terjaga Tak akan ada yang memahami arti maknanya Jalan kehidupan apa yang merasukinya Skenario apa yang menjadikannya lemah Namun itu seperti kepompong yang dibiaskan Rindu sosok menjadi tekanan Seperti kata kala itu Semakin disimpan semakin keluar Ada sesuatu yang ditekan dan tertahan Bersabar menunggu jawaban di pundaknya Kemudian bangkit dari tidur lamanya Ada sebuah keyakinan tersimpan Pelik hati tertanam suara yang teredam Pita memiliki ujung, kelam akan selesai pada waktunya Kemudian itu masih terbuka, menanti dalam diam

UTS Demokrasi dan Demokratisasi

UTS Demokrasi dan Demokratisasi Nama: Glady Oralyanto Nur Rizki Nim: 071511333028 Soal: 4. Secara garis besar, tahapan menuju negara demokratis dibagi menjadi 3: ketika rezim otoriter jatuh, transisi demokrasi dan konsolidasi demokrasi. Sebutkan faktor pendorong apa saja yang menyebabkan tiap tahap itu terjadi! (masing-masing faktor pada tiap tahap). Berikan contoh untuk mengilustrasikan masing-masing tahap! 5. Bagaimana kategori gelombang demokratisasi dibentuk? Sebutkan semua gelombangnya! Apa saja pemicunya? Sebutkan pula apa saja kritik terhadap pembedaan gelombang tersebut (minimal 3 kritik)! 6. Apa yang dimaksud dengan pembedaan antara demokrasi minimal-elektoral (procedural) dengan demokrasi substansial? Sebutkan unsur-unsur apa yang membedakan keduanya! Sertakan masing-masing contoh negara (dan pada masa/rezim/tahun berapa) yang menggambarkan demokrasi minimal dan substansial tersebut! Jawaban:

Menatap

Menatap Berhenti sejenak Kaki semakin tertatih jalani Mata terpejam lelah terjaga Menanti akan cahaya baru Apa yang mereka dapati Bukankah hanya ilusi semata Meski cerita tak lagi sama Dan Masih bersembunyi dalam kelam Terlampau jauh jalan untuk pulang Sendiri merintih dikesunyian Bantulah kawan, meski ceritanya tak teraba Ingatlah tentang suatu kata, Tertulis dalam buku usang yang terpendam Semakin disimpan semakin keluar Lebih dari cerita pita Menatap untuk sebuah pelita Seakan ini berputar pada titik semu Menatap kembali cahaya untuk pulang Sudut tengah kota, sudut tengah harap Betapa pilu tercercah harapan ditulisnya Namun semesta berkata, senja masih memerah Berikan makna, jalan akan indah, ini waktunya Terbangunlah segera semua makna Kembali menatap harap baru Dan, Jika kata tak tersampaikan Rasa tak tersentuh Gelisa semakin terenyuh Percayalah Doa menjadi harapan pasti dikabulkan -gladyoralyanto

Analisis Anggaran APBD Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Blitar Tahun 2016-2017

Analisis Anggaran APBD Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Blitar Tahun 2016-2017 Oleh: Glady Oralyanto Nur Rizki [1]             Setiap pemerintahan dan lembaga formal yang profesional memiliki rancangan anggaran pendapatan dan belanja. Rancangan tersebut merupakan bagian daftar kerja yang akan dilaksanakan oleh pemerintah dalam jangka waktu satu tahun. Anggaran merupakan daftar yang menjadi acuan pemerintah dalam masa tertentu. Umumnya anggaran memiliki masa atau periode yaitu pada satu tahun. Satu tahun tersebut telah dirancang dan dijabarkan pada saat penulisan anggaran. Anggaran sendiri merukapan dokumen formal bagi bidang administrasi, sedangkan untuk bidang politik anggaran merupakan bagian penting karena itu adalah dokumen politik, proses dalam penganggaran jalnnya memang tidak mudah karena terkait dengan penjabaran pelaksanaan visi-misi dari Kepala pemerintahannya dan kemudian berhadapan pada intrik-intrik politik...

Satu Ketika

Satu Ketika Satu ketika tahun mengulangi Berairlah tanah ini menjadi sepi Apa bulat apa tekad satu tak ketika berpadu Jalan kembali sedikit cahaya cerah Bola mata ini mencari Titihan buat tertatih Bayang akan memuai Jalan kencang tuk cari pagi Pagi tak tumpah Cerah tak ada Cahaya kemana kau berada Disini satu ketika tahun mengulangi Biar menguap bersama api menjalar Keadaan tak sesuai Keadaan hening Lalu Disinilah Satu ketika jalan sepi lalu lalang tuk kelam hilang cahaya arah -gladyoralyanto