Skip to main content

Posts

Showing posts with the label opini

Tidak Semua Birokrasi Rumit

Banyak dimana-mana mengeluhkan dunia birokrasi yang rumit, tidak efisien, membingungkan, dan membuat seseorang enggan untuk mengurus administrasi akibat rumitnya yang dialami. Birokrasi tidak hanya di kelurahan ataupun kecamatan. Dalam dunia pendidikan juga ada urusan birokrasinya seperti halnya di kampus, salah satunya adalah Universitas Airlangga (UNAIR). Birokrasi UNAIR itu bagaimana? Mungkin segenap pertanyaan dari seorang mahasiswa yang belum pernah mengurus administrasinya ataupun belum pernah bersentuhan langsung dengan urusan birokrasi. Birokrasi UNAIR itu sudah baik, dilihat dari pertama masuk (Mahasiswa Baru) mengurus administrasi ataupun mengisi biodata untuk mendapatkan perolehan UKT (Uang Kuliah Tunggal) sudah cukup baik dan mudah diakses, tidak banyak keluhan mengisinya apabila kita mengisinya sesuai dengan petunjuknya, pelayanannya baik dan cepat. Pernah suatu itu saya belum menguload foto tampak depan rumah, tidak lama dari adminnya menelpon saya untuk menging...

Opini Saya

Pernah ada tulisan kata per kata, bait per bait, paragraf per paragraf ataupun lembar per lembar. Namun tulisan itu tak sebermakna tulisan Chairil Anwar, tulisan itu tak se berani dan se menentang tulisan Wiji Thukul, tulisan mereka memang berkesan. Kemudian pernah ada lisan yang semarak mencengang dan menggelegar. namun lisan itu tak sekuat pengaruhnya lisan Soekarno, ataupun lisan Bung Tomo, lisan mereka mengobarkan jiwa yang redup, dan membuat insan tiap insan bersatu padu. Ini hanya contoh sosok insan terdahulu yang dikenal hebat, maaf bukan sebagai provokasi ataupun memberi kesan tulisan dan lisan saat ini tidak bermutu. Hanya saja rindu sosok dan nuansa seperti itu, mungkin bedanya dulu memang tak terlalu banyak orasi dan narasi disana sini yang terkadang hasilnya sedikit membingungkan.

Opini Sejarah Dongeng Pemimpin Indonesia

Disini pernah ada garuda yang memandang tajam kedepan, bersuara menggelegar, kepakannya menjulang dan cengkramanya kuat, namun suatu ketika garuda itu ditangkap dan dikurung rapat hingga lemah tak berdaya Setelah itu datanglah sebuah ular weling yang merayap diam perlahan lalu mematuk dengan racun mematikan dan tidak membiarkan lawannya bersikap sedikitpun. namun seberacunnya ular weling itu akhirnya ia kalah juga oleh lawan-lawannya seperti bunga dan tembok Setelah kedua itu tiada, belum terdengar kembali sosok yang terkenang hebat, disini berlari tapi tidak melaju. Masih merindukan dan mengulas sosok-sosok itu. bahkan jati diri, berdikari, menjadi macan, kini sepertinya hanya tinggal kenangan belaka. Seperti cerita dongeng kala kedua hal itu pernah menebar disini, yang kemudian bisa dipelajari apa maksud dan alurnya masing-masing