Skip to main content

Opini Saya

Pernah ada tulisan kata per kata, bait per bait, paragraf per paragraf ataupun lembar per lembar.
Namun tulisan itu tak sebermakna tulisan Chairil Anwar, tulisan itu tak se berani dan se menentang tulisan Wiji Thukul, tulisan mereka memang berkesan. Kemudian pernah ada lisan yang semarak mencengang dan menggelegar. namun lisan itu tak sekuat pengaruhnya lisan Soekarno, ataupun lisan Bung Tomo, lisan mereka mengobarkan jiwa yang redup, dan membuat insan tiap insan bersatu padu.

Ini hanya contoh sosok insan terdahulu yang dikenal hebat, maaf bukan sebagai provokasi ataupun memberi kesan tulisan dan lisan saat ini tidak bermutu. Hanya saja rindu sosok dan nuansa seperti itu, mungkin bedanya dulu memang tak terlalu banyak orasi dan narasi disana sini yang terkadang hasilnya sedikit membingungkan.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Drama dan Sinopsis Berjudul Dilema

                                                  DILEMA {scene 1 pemubukaan} Sebuah kisah dimana masa detik-detik kelulusan SMA menuju jenjang pendidikan Perguruan Tinggi dengan seribu tanda tanya dipikiran setiap murid. Bel pulang sekolah berbunyi, di kelas seorang siswi bernama Anin sedang memasukkan peralatan dan perlengkapan sekolahnya untuk bergegas pulang . Darta seorang teman kelasnya melihat  Anin dari belakang dan mengamati sedikit ada masalah di Anin.

DPD-RI sebagai Lembaga Representatif

Glady Oralyanto N R Ilmu Politik 2015 / 071511333028 DPD-RI sebagai Lembaga Representatif             Istilah Representatif dalam dunia politik sering kali kita dengar, istilah ini memang tidak asing bagi telinga kita sebab di Indonesia mmenggunakan mode sistem ini. Representatif berdefinisi sebagai wakil atau perwakilan atau bisa mewakili. Dalam hal lain representasi adalah sebuah proses ataupun keadaan yang ditempatkan sebagai suatu perwakilan terhadap sebuah sikap / perbuatan dari sekelompok orang atau golongan tertentu didalam sebuah lingkungan [1] . Jika representatif berarti wakil, hal ini akan mengarah kepada para anggota dewan legislatif karena sebagai anggota dewan terhormat yang mewakili setiap dapil (daerah pemilihan). Kita mengetahui ada beberapa lembaga formal yang ditempati anggota dewan yakni, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) yang terbagi tingkat provinsi dan tingkat ka...

UTS Demokrasi dan Demokratisasi

UTS Demokrasi dan Demokratisasi Nama: Glady Oralyanto Nur Rizki Nim: 071511333028 Soal: 4. Secara garis besar, tahapan menuju negara demokratis dibagi menjadi 3: ketika rezim otoriter jatuh, transisi demokrasi dan konsolidasi demokrasi. Sebutkan faktor pendorong apa saja yang menyebabkan tiap tahap itu terjadi! (masing-masing faktor pada tiap tahap). Berikan contoh untuk mengilustrasikan masing-masing tahap! 5. Bagaimana kategori gelombang demokratisasi dibentuk? Sebutkan semua gelombangnya! Apa saja pemicunya? Sebutkan pula apa saja kritik terhadap pembedaan gelombang tersebut (minimal 3 kritik)! 6. Apa yang dimaksud dengan pembedaan antara demokrasi minimal-elektoral (procedural) dengan demokrasi substansial? Sebutkan unsur-unsur apa yang membedakan keduanya! Sertakan masing-masing contoh negara (dan pada masa/rezim/tahun berapa) yang menggambarkan demokrasi minimal dan substansial tersebut! Jawaban: