Skip to main content

Puisi Pitutur Diri

Pitutur Diri

Bukankah jalanmu telah dituliskan
Jalan yang begitu terang benderang
Bahkan gelap tak akan menyelimuti
Lantas apa yang kau risaukan

Bukankah pohon akan tetap tumbuh
Dengan hijaunya membuat mata berseri
Laksana air yang menyegarkan
Mengapa kau begitu sayu

Bukankah purnama akan selalu datang
Bahkan gerhana tidak akan bisa menenggelamkannya
Sinarnya selaras dengan tuntunan-Nya
Kenapa kau terlihat muram

Bukankah embun pagi selalu hadir setelah kelamnya malam
Bahkan tetesnya begitu menginspirasi
Tak pernah lelah hadir sesaat hilangnya malam
Mengapa kau terlalu pupus

Laksana syafaat hadir setiap lantunan
Pertolongan akan selalu dekat
Dimana nikmat akan selalu diberi
Keajaiban akan menghampiri

-gladyoralyanto

Comments

Popular posts from this blog

DPD-RI sebagai Lembaga Representatif

Glady Oralyanto N R Ilmu Politik 2015 / 071511333028 DPD-RI sebagai Lembaga Representatif             Istilah Representatif dalam dunia politik sering kali kita dengar, istilah ini memang tidak asing bagi telinga kita sebab di Indonesia mmenggunakan mode sistem ini. Representatif berdefinisi sebagai wakil atau perwakilan atau bisa mewakili. Dalam hal lain representasi adalah sebuah proses ataupun keadaan yang ditempatkan sebagai suatu perwakilan terhadap sebuah sikap / perbuatan dari sekelompok orang atau golongan tertentu didalam sebuah lingkungan [1] . Jika representatif berarti wakil, hal ini akan mengarah kepada para anggota dewan legislatif karena sebagai anggota dewan terhormat yang mewakili setiap dapil (daerah pemilihan). Kita mengetahui ada beberapa lembaga formal yang ditempati anggota dewan yakni, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) yang terbagi tingkat provinsi dan tingkat ka...

Contoh Drama dan Sinopsis Berjudul Dilema

                                                  DILEMA {scene 1 pemubukaan} Sebuah kisah dimana masa detik-detik kelulusan SMA menuju jenjang pendidikan Perguruan Tinggi dengan seribu tanda tanya dipikiran setiap murid. Bel pulang sekolah berbunyi, di kelas seorang siswi bernama Anin sedang memasukkan peralatan dan perlengkapan sekolahnya untuk bergegas pulang . Darta seorang teman kelasnya melihat  Anin dari belakang dan mengamati sedikit ada masalah di Anin.

Kita Ditempa

Saat ini mungkin kita akan ditempa Kepedulian akan terlihat diantaranya Atau bahkan keegosian semakin menganga Resah, semua dalam hati kecil berkata Mengapa semua ini ada? Sudah saatnya doa dan saling menjaga Mengikis egois agar tak mejelma Memupuk peduli sampai berirama Tak perlu resah hadapi masalah Sampai akhirnya semua dapat dilalui bersama -GladyOralyanto